Thursday, March 20, 2014

Tahun 2018, Indonesia Kirim Pembalap ke MotoGp


Launching Yamaha Racing Team Indonesia 2014
Launching Yamaha Racing Team Indonesia 2014
OtomotifZone.com. Dimulai pada tahun 2014 hingga 2018, Yamaha memiliki konsep dengan rencana jangka panjang 5 tahun menuju balap internasional MotoGP.
Jenjang pertama di 2014, pembalap Yamaha akan dikirimkan ke IRS / Kejurnas Supersport & Suzuka 4 Hours (Focus R Series Race). Pada 2015 akan bersaing di AARC (Asia Road Racing Championship).
Kemudian 2016 di All Japan Championship atau Spain Championsip, selanjutnya mengikuti All Japan Championship atau Spain Championsip (2017). Setelah 2017, di 2018  akan berjuang di Yamaha Team Racing di Moto2.
Agenda rencana jangka panjang ini menekankan pada konsistensi dan proses untuk mencapai tujuan strategi Yamaha, karena dengan begini prestasi akan mengikuti. Jadi bukan proses instant, cepat tapi hasilnya kurang memuaskan.
YRT Indonesia pun tidak buru-buru ke level dunia MotoGP meskipun pintu sudah dibuka oleh Yamaha MotoGP. Karena ingin mengasah kemampuan pembalap dan mekanik dulu sehingga pada saatnya sudah benar-benar siap dengan mental yang profesional.

si kerren mazda Rx8

Mobil satu ini adalah milik oleh salah seorang pria yang tentunya hobi akan modifikasi. Sebut saja Rengga Mahendra. Pemilik RX8 yang memodifikasinya sangat terlihat full modif.
Mazda RX8 Tahun 2004
Visual RX8 ini bisa dikatakan sangat menarik secara general. Bemper depan menggunakan desain apron meruncing menyerupai mobil sport yang dikombinasikan bersama bodi tengah berpintu 2. Juga terdapat 2 pintu suicide tambahan loh. Pada buritannya juga bisa dikatakan oke punya.

Modal bagus untuk memodifikasi RX8 oleh Rengga. Dengan santai ia berkata, "tinggal bereskan sedikit saja!". RX8 Mazda Speed Limited Edition ini menurutnya sudah diatas rata-rata. Bila dibandingkan dengan versi dalam negeri, sedan ini sudah dapat dikategorikan full option.

Mazda RX8 Tampak Belakang

Ia hanya mengandalkan modif pada bodi, kaki-kaki, juga sedikit goresan kreatif pada mesinnya. Bodi yang udah kusam, ia tak ragu lagi untuk memberikannya cat ulang full. Rengga pun menuturkan bahwa ia juga sekalian meng-upgrade lampu belakang dengan RX8 2011.

Dan pada dasarnya, untuk mengganti lampu belakang ini tak bisa untuk 'main pasang' sembarangan. Dimensi stop lamp versi 2011 ini lebih besar, sehingga diharuskan untuk merombak kebali bodi belakang agar bisa terpasang dengan mulus.